Bogor, Haluanbaru.net – Perbaikan jogging track di Lapangan Sempur, Kota Bogor, menjadi momentum untuk kembali mendorong rencana pemisahan jalur lari dan pejalan kaki.
Aktivitas olahraga di kawasan tersebut saat ini dihentikan sementara selama proses perbaikan berlangsung hingga 17 Agustus 2026.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS, Abdul Rosyid, menilai masa perbaikan tersebut dapat dimanfaatkan Pemerintah Kota Bogor untuk merealisasikan rencana pemisahan jalur yang selama ini telah diwacanakan.
“Betul dipisah antara jalur lari dan pejalan kaki, saya akan segera sampaikan ini kepada dinas terkait,” kata Abdul Rosyid kepada awak media.
Menurut Abdul Rosyid, pemisahan jalur akan memberikan kenyamanan sekaligus membuat aktivitas olahraga masyarakat di Lapangan Sempur menjadi lebih tertib.
“Saya setuju untuk membuat nyaman masyarakat yang berolahraga, lebih tertib, tidak saling tabrakan, yang lari bisa konsisten, yang jalan tidak terburu buru,” ujar Abdul Rosyid.
Ia pun menyarankan Pemkot Bogor dapat mengambil contoh penerapan pemisahan jalur seperti yang telah dilakukan di Lapangan Gasibu, Bandung.
“Kaya di Gasibu Bandung, track jalan dan lari di kasih tulisan, bahkan ada yg kasi tulisan lucu di track jalan ‘Bagi yang Selifie’ gitu,” terang Abdul Rosyid.
Abdul Rosyid menilai pemisahan jalur di Lapangan Sempur tidak harus dilakukan dengan perubahan warna lintasan. Menurutnya, penanda berupa garis dan tulisan sudah cukup untuk membedakan fungsi masing-masing jalur.
“Karena kalau sekarang anggarannya sudah terplot, yang mudah-mudah saja dengan garis dulu, warna sama tidak apa-apa yang penting ada tulisan,” ucap Abdul Rosyid.
Ia berharap usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait, terlebih perbaikan jogging track saat ini menjadi kesempatan untuk sekaligus melakukan penataan fasilitas olahraga di Lapangan Sempur.
Sekadar informasi, rencana pemisahan track lari dan jalur pejalan kaki di Lapangan Sempur telah bergulir sejak sekitar satu tahun lalu. Namun, hingga kini rencana tersebut belum juga terealisasi.





