Berita  

Soal 7 Juta Orang Penerima Bantuan Masuk Status Non-Aktif Menjadi Pertanyaan Dewan RI Achmad Ru’yat ke Mensos

HALUAN – Anggota Komisi IX DPR RI mempertanyakan keputusan dan pengumuman Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang telah mencoret sekitar 7 juta lebih penerima sosial (bansos).

Pertanyaan ini dilontarkan Ru’yat saat rapat dengar pendapat di gedung DPR RI, Selasa 15 kemarin.

“Pak, terus dengan dinonaktifkannya 7.397.277 penerima PBI dari APBN dari oleh Kemensos, ini ada 122.942 warga Kabupaten Pak, dapil saya, yang dinonaktifkan dan uji petiknya ada beberapa yang curhatlah dan kenyataannya untuk reaktifasi juga tidak mudah, Pak,” kata Ru’yat kepada Gus Ipul.

“Bahwa data tunggal, independen, terpercaya, akurat, terukur, terintegrasi itu sejalan dengan program Astacita Pak Subianto,” sambung Ru’yat.

Baca Juga  WASPADA HUJAN LEBAT SELAMA RAMADHAN, TIRTA KAHURIPAN TETAP BERUPAYA OPTIMALKAN PELAYANAN

Gus Ipul sendiri menjawab bahwa penonaktifan 7  juta lebih penerima iuran ini adalah konsekuensi.

“7 juta lebih dinonaktifkan penerima iuran ini adalah konsekuensi dari adanya Impres nomor 4, ini konsekuensi, jadi karena konsekuensinya memang kita harus mengalihkan kuotanya tetap, kuotanya tetap tapi dialihkan kepada penerima manfaat yang lain, apa pertimbangannya? Pertama adalah hasil Ground Check kami, jadi kami turun ke lapangan dengan SDM yang kami miliki bersama BPS kepada penerima-penerima manfaat itu,” tandas Gus Ipul kepada Ru’yat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *