BANDUNG-
Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Jawa Barat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga stabilitas inflasi daerah menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa lonjakan permintaan pangan pada momentum hari besar keagamaan harus diantisipasi melalui langkah-langkah yang terukur dan berbasis data. Ia mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh kabupaten/kota untuk mengoptimalkan pemantauan harga secara real time, memperkuat operasi pasar, serta meningkatkan kerja sama antarwilayah guna menjaga keseimbangan pasokan.
“Gangguan cuaca ekstrem juga perlu diantisipasi sejak dini. Koordinasi dengan BMKG dan BPBD harus diperkuat agar distribusi pangan tetap lancar, termasuk pemanfaatan cadangan pangan pemerintah bila terjadi gejolak pasokan,” ujar Erwan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Barat mencatat deflasi bulanan sebesar 0,09 persen pada Januari 2026, sementara inflasi tahunan berada di angka 3,24 persen. Kondisi tersebut dinilai masih relatif terkendali, meski tetap memerlukan langkah proaktif dan konsisten dari seluruh TPID daerah.
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah GMPRI Jawa Barat, Yogi Ariananda, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Wakil Gubernur Jawa Barat atas komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Ramadan.
“GMPRI Jawa Barat memberikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Jawa Barat yang proaktif dalam pengendalian ekonomi menjelang Ramadan dan perayaan Cap Go Meh 2026,” kata Yogi.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat hingga triwulan III tahun 2025 mencapai 5,20 persen, dengan inflasi tahunan sebesar 2,63 persen, yang termasuk terendah di Pulau Jawa. Menurutnya, tantangan ke depan terletak pada penguatan sisi suplai pangan seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
“Ini merupakan capaian dan prestasi yang luar biasa bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan patut diapresiasi,” pungkasnya.(Gie)





