Berita  

Simak Alasan Wamenkeu Apresiasi Kejaksaan Agung

Haluan Baru Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memberikan kepada di Kejaksaan Agung yang telah membantu dan mengawal seluruh Kementerian dan Lembaga dalam menyusun kebijakan negara saat terjadi pandemi Covid-19. Hal tersebut Wamenkeu sampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung pada Selasa (9/1) di Bogor, Barat.

“Waktu itu pendampingan yang diberikan oleh aparat penegak , termasuk pendampingan dari Kejaksaan, dalam memberikan bantuan dan pengawalan supaya kebijakan yang harus berubah bisa dilakukan dengan proper. Ini menjadi sangat penting ketika kita menangani Covid tersebut. Tanpa itu, maka APBN tidak akan memiliki fleksibilitas, padahal APBN itu harus fleksibel menyesuaikan,” kata Wamenkeu.

Baca Juga  Forum Nasional Perempuan Indonesia, Siap Hadapi Era AI dan Dukung Astacita Presiden Prabowo

Menurut Wamenkeu, kebijakan yang diambil selama pandemi Covid-19 idealnya menjadi pembelajaran dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Birokrasi kita harus agile dan harus bisa fleksibel, tapi harus tetap memenuhi ketentuan yang berlaku dan tidak ada niat jahat. Ini menjadi PR kita ini bagaimana kita menyusun ini,” ujar Wamenkeu.

Selain saat masa pandemi, sinergi antara Kementerian Keuangan dengan Kejaksaan Agung juga dilakukan melalui penandatangan nota kesepahaman dan berbagai penugasan, salah satunya di Satgas Nasional Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Satgas tersebut bertujuan melakukan penanganan, penyelesaian, dan pemulihan hak negara dari dana BLBI secara efektif dan efisien.

“Satgas BLBI adalah suatu sinergi Kementerian Keuangan dan Kejaksaan yang luar biasa menangani permasalahan yang tidak selesai dalam 20 tahun, harus selesai. Harus ada closure dengan ketentuan yang berlaku. Kalau ketentuannya harus kita buat, kita buat ketentuan tanpa ada niat jahat. Ini yang mohon dukungan,” kata Wamenkeu.

Baca Juga  Tangerang Youth Centre Akan Aksi Depan Istana dan Kemendagri; Minta Pj. Bupati Tangerang Andi Ony Dicopot

Wamenkeu juga mengajak Kejaksaan Agung untuk menguatkan kerja sama dan koordinasi dengan Kementerian Keuangan di daerah untuk memastikan pengelolaan keuangan negara dilakukan dengan baik.

“APBN belanjanya Rp3.300 triliun, uangnya kita kumpulkan dari yang bayar pajak, yang bayar penerimaan negara kepabeanan dan cukai, juga penerimaan negara bukan pajak. Jadi ketika APBN-nya mengumpulkan uang, maka belanjanya ingin kita pastikan supaya betul-betul sesuai dengan tujuannya, dengan ketentuan yang berlaku tanpa ada niat yang tidak baik dari penggunaan anggaran tersebut,” ujar Wamenkeu. (dep/)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *