Berita  

Kapolsek Gunung Putri Aulia: Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi, Diwilayah Hukumnya Segera Dibrantas

Kapolsek Gunung Putri Aulia: Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi, Diwilayah Hukumnya Segera Dibrantas

BOGOR-

Kapolsek Gunung Putri AKP Aulia Robby Kartika Putra mengatakan, pihaknya akan memberantas adanya dugaan kegiatan mafia solar subsidi di wilayah hukumnya, yang secara terang-terangan melakukan kegiatan di wilayah SPBU Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, . Beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bila memang menemukan informasi terkait adanya dugaan penyalah gunaaan ilegal jenis bio solar sebaiknya selalu melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

”Jika memang ditemukan informasi seperti itu baiknya dikonfirmasikan dulu kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan ,” ungkapnya saat dihubungi belum lama ini.

Dengan tegas, pihaknya akan melakukan bila memang ditemukannya pelanggaran adanya dugaan penyalah gunaan jenis bahan bakar minyak subsidi diwilayahnya,”Saya akan berusaha memberantas mafia bersubsidi,” tegasnya.

Baca Juga  Dewan Dedi Aroza Sosialisasikan Perda Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2021 untuk Optimalkan Perlindungan Anak di Kabupaten Bogor

Sebelumnya diberitakan media ini, maraknya kegiatan mafia BBM ilegal dikabupaten bogor seakan meledek para penegak bukan tanpa sebab, pasalnya, kegiatan ilegal tersebut kerap ditemui diwilayah kecamatan gunung putri.

Menurut IW (27) kegiatan itu terjadi karena mereka telah berkoordinasi disetiap wilayah seperti digunung putri di stasiun pengisian bahan bakar di wilayah Desa Ciangsana, kecamatan gunung putri.

“Kemarin ada di pom wilayah SPBU ciangsana tuh, armadanya ngakunya sih punya majid, kata supirnya,” ungkap IW.

IW mengatakan mafia BBM ilegal tersebut diakuinya dari pembelian solar subsidi jenis bio solar,” itu bio solar yang mereka beli dari pom di kecamatan Gunung Putri,” katanya.

Baca Juga  Tirta Kahuripan Raih Empat Penghargaan di TOP BUMD Award 2025

IW menyebut kendaraan yang berkamuflase menggunakan truk jenis box dimodifikasi itu sering juga mengisi di SPBU ciangsana.

“Pokoknya setahu saya pas ditanya supirnya mengaku itu punya majid tapi majidnya sedang soalnya,” katanya.

“Itu yang saya videoin di SPBU ciangsana bang trus ngakunya juga punya majid truk itu juga sudah dimodifikasi jadi kelihatannya seperti mobil box biasa,” pungkasnya.

Terpisah badan pengatur hilir minyak dan gas bumi (BPH migas) melalui bagian wilayah ceceng saat dikonfirmasi mengatakan pihak BPH migas siap mendalami kasus adanya dugaan penyelewengan tersebut.

“No totem berapa? Siap a nuhun infonya yaa, akan saya teruskan ke ketua satgas,” singkatnya.(Gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *