Berita  

Hadapi Dampak Kemarau, Doni Maradona Hutabarat Distribusikan 8.300 Liter Air Bersih ke 3 Desa di Ciherang

HALUAN BOGOR — Keterbatasan air bersih menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat ketika musim kemarau berlangsung. Kondisi tersebut turut mendorong Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat memberikan bantuan air bersih kepada warga di wilayah Ciherang, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 8.300 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat yang tersebar di tiga desa, dengan jumlah penerima sekitar 150 hingga 200 kepala keluarga (KK).

Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, terutama di tengah berkurangnya ketersediaan air pada sejumlah sumber air warga akibat kondisi kemarau.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Ketersediaannya dibutuhkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari minum dan memasak hingga mandi, mencuci dan menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Air, Tirta Kahuripan Terapkan Siaga Lebaran

Persoalan kekeringan sendiri bukan hanya terjadi di satu wilayah. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD telah melakukan distribusi air bersih ke berbagai daerah yang mengalami dampak kekeringan.

Data Pemkab Bogor mencatat, hingga 5 September 2026, dampak kekeringan telah menjangkau 33 kecamatan dan 178 desa/kelurahan, dengan ratusan ribu warga terdampak. Lebih dari 4,8 juta liter air bersih juga telah disalurkan sebagai bagian dari penanganan kondisi tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, khususnya bagi masyarakat yang sumber airnya mengalami penurunan akibat kemarau.

Di tingkat masyarakat, kehadiran bantuan air bersih secara langsung dapat membantu mengurangi beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga  Hari Pahlawan 2025, Komisi 1 Sampaikan Peningkatan Kesejahteraan Pahlawan Veteran dan Pahlawan Mas kini

Penyaluran 8.300 liter air bersih oleh Doni Maradona Hutabarat menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan pasokan air selama periode kemarau.

Bantuan tersebut menyasar sekitar 150 hingga 200 KK di tiga desa, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di tingkat desa.

Ke depan, persoalan air bersih juga membutuhkan perhatian berkelanjutan, tidak hanya ketika musim kemarau terjadi. Ketersediaan sumber air, infrastruktur penyaluran, serta akses masyarakat terhadap air layak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

Bagi masyarakat Ciherang, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus membantu warga melewati kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *